Senin, 04 Oktober 2010

Kecerdasan Emosional Dalam Belajar

0 komentar

Di tengah semakin ketatnya persaingan di dunia pendidikan dewasa ini, merupakan hal yang wajar apabila para siswa sering khawatir akan mengalami kegagalan atau ketidak berhasilan dalam meraih prestasi belajar atau bahkan takut tinggal kelas.

Banyak usaha yang dilakukan oleh para siswa untuk meraih prestasi belajar agar menjadi yang terbaik seperti membentuk kelompok belajar atau mengikuti bimbingan belajar. Usaha semacam itu jelas positif, namun masih ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai keberhasilan selain kecerdasan ataupun kecakapan intelektual, faktor tersebut adalah kecerdasan emosional. Karena kecerdasan intelektual saja tidak memberikan persiapan bagi individu untuk menghadapi gejolak, kesempatan ataupun kesulitan-kesulitan dan kehidupan. Dengan kecerdasan emosional, individu mampu mengetahui dan menanggapi perasaan mereka sendiri dengan baik dan mampu membaca dan menghadapi perasaan-perasaan orang lain dengan efektif. Individu dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan berhasil dalam kehidupan dan memiliki motivasi untuk berprestasi. Sedangkan individu yang tidak dapat menahan kendali atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya dan memiliki pikiran yang jernih.

Sebuah laporan dari National Center for Clinical Infant Programs (1992) menyatakan bahwa keberhasilan di sekolah bukan diramalkan oleh kumpulan fakta seorang siswa atau kemampuan dirinya untuk membaca, melainkan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial: yakni pada diri sendiri dan mempunyai minat; tahu pola perilaku yang diharapkan orang lain dan bagaimana mengendalikan dorongan hati untuk berbuat nakal; mampu menunggu, mengikuti petunjuk dan mengacu pada guru untuk mencari bantuan; serta mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan saat bergaul dengan siswa lain. Hampir semua siswa yang prestasi sekolahnya buruk, menurut laporan tersebut, tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur kecerdasan emosional ini (tanpa memperdulikan apakah mereka juga mempunyai kesulitan-kesulitan kognitif seperti kertidakmampuan belajar). (Goleman, 2002: 273)

Penelitian Walter Mischel (1960) mengenai “marsmallow challenge” di Universitas Stanford menunjukkan anak yang ketika berumur empat tahun mampu menunda dorongan hatinya, setelah lulus sekolah menengah atas, secara akademis lebih kompeten, lebih mampu menyusun gagasan secara nalar, seta memiliki gairah belajar yang lebih tinggi. Mereka memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi pada tes SAT dibanding dengan anak yang tidak mampu menunda dorongan hatinya (Goleman, 2002: 81).
Individu yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih baik, dapat menjadi lebih terampil dalam menenangkan dirinya dengan cepat, jarang tertular penyakit, lebih terampil dalam memusatkan perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain, lebih cakap dalam memahami orang lain dan untuk kerja akademis di sekolah lebih baik (Gottman, 1998: xvii)

Keterampilan dasar emosional tidak dapat dimiliki secara tiba-tiba, tetapi membutuhkan proses dalam mempelajarinya dan lingkungan yang membentuk kecerdasan emosional tersebut besar pengaruhnya. Hal positif akan diperoleh bila anak diajarkan keterampilan dasar kecerdasan emosional, secara emosional akan lebih cerdas, penuh pengertian, mudah menerima perasaan-perasaan dan lebih banyak pengalaman dalam memecahkan permasalahannya sendiri, sehingga pada saat remaja akan lebih banyak sukses di sekolah dan dalam berhubungan dengan rekan-rekan sebaya serta akan terlindung dari resiko-resiko seperti obat-obat terlarang, kenakalan, kekerasan serta seks yang tidak aman (Gottman, 1998: 250)

Siswa bukanlah benda mati yang hanya bergerak bila ada daya dari luar yang mendorongnya, melainkan mahluk yang mempunyai daya-daya dalam dirinya untuk bergerak yaitu motivasi. Dengan adanya motivasi, manusia kemudian terdorong unutk melakukan suatu tindakan atau perilaku, yang termasuk di dalamnya adalah keinginan untuk berprestasi tinggi di dalam belajar. (Irwanto, 1997: 184)

Arden N. Fardesen mengatakan bahwa hal yang mendorong seorang untuk belajar adalah:
  1. Adanya sifat ingin tahu dan menyelidiki dunia yang amant luas.
  2. Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju.
  3. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman.
  4. Adanya uasaha untuk memperbaiki kegagalaan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan koprasi maupun dengan kompetisi.
  5. Adanya usaha untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran.
  6. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai konsekwensi dari belajar. (Suryabrata, 1998: 253)


Keenam poin tersebut adalah kemampuan yang harus dimiliki siswa. Bila seorang siswa mampu mengaturnya dengan baik, hal tersebut menunjukan kecerdasan emosional yang baik dan akan memberikan sumbangan yang besar terhadap prestasi baiknya dalam belajar. Tapi kalau yang terjadi sebaliknya, maka siswa akan terhambat dan mengalami kesulitan dalam belajar.

Melihat uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang penting yang seharusnya dimiliki oleh siswa yang memiliki kebutuhan untuk meraih prestasi belajar yang baik di sekolah. Siswa dengan ketrampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan berhasil dalam pelajaran, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Sebaliknya siswa yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi pada pelajaran ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih, sehingga bagaimana siswa diharapkan berprestasi kalau mereka masih kesulitan mengatur emosi mereka.






Oleh : Arif Luqman

Rabu, 29 September 2010

Mengisi Waktu

0 komentar
ISLAM memerintahkan umatnya untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, bahkan dituntunnya umat manusia untuk mengisi seluruh ‘ashr (waktu)-nya dengan berbagai amal dengan mempergunakan semua daya yang dimilikinya. Sebelum menguraikan lebih jauh tentang hal ini, perlu digarisbawahi bahwa sementara kita ada yang memahami bahwa waktu hendaknya diisi dengan beribadah (dalam pengertian sempit). Mereka merujuk kepada firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang menyatakan, dan memahaminya dalam arti

Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.

Pemahaman dan penerjemahan ini menimbulkan kerancuan, karena memahami lam (li) pada li ya’budun dalam arti “agar”. Dalam bahasa Al-Quran, lam tidak selalu berarti demikian, melainkan juga dapat berarti kesudahannya atau akibatnya. Perhatikan firman Allah dalam surat Al-Qashash ayat 8 yang menguraikan dipungutnya Nabi Musa a.s. oleh keluarga Fir’aun.

"Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah" (QS Al-Qashash [28]: 8).

Kalau lam pada ayat di atas diterjemahkan “agar”, maka ayat tersebut akan berarti, “Maka dipungutlah ia (Musa) oleh keiuarga Fir’aun ‘agar’ ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.” Kalimat ini jelas tidak logis, tetapi jika lam dipahami sebagai akibat atau kesudahan, maka terjemahan di atas akan berbunyi, “Maka dipungutlah ia (Musa) oleh keluarga Fir’aun, dan kesudahannya adalah ia menjadi musuh bagi mereka.”

Kembali kepada ayat Adz-Dzariyat di atas, dapat ditegaskan bahwa Al-Quran menuntut agar kesudahan?آ semua?آ pekerjaan hendaknya menjadi ibadah kepada Allah, apa pun jenis dan bentuknya. Karena itu, Al-Quran memerintahkan untuk melakukan aktivitas apa pun setelah menyelesaikan ibadah.

"Apabila telah melaksanakan shalat (Jumat), bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan selalu ingatlah Allah supaya kamu beruntung" (QS Al-Jum’ah [62]: 10).

Dari sini ditemukan bahwa Al-Quran mengecam secara tegas orang-orang yang mengisi waktunya dengan bermain tanpa tujuan tertentu seperti kanak-kanak. Atau melengahkan sesuatu yang lebih penting seperti sebagian remaja, sekadar mengisinya dengan bersolek seperti sementara wanita, atau menumpuk harta benda dan memperbanyak anak dengan tujuan berbangga-bangga seperti halnya dilakukan banyak orangtua.

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia (bagi orang yang tidak beriman) hanyalah permainan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbanggaan tentang banyaknya harta dan anak (QS 57: 20 dan baca Tafsir ibnu Katsir serta Tafsir Al-Manar).

Kerja atau amal dalam bahasa Al-Quran, seringkali dikemukakan dalam?آ bentuk?آ indefinitif?آ (nakirah).?آ Bentuk ini oleh pakar-pakar bahasa dipahami sebagai memberi makna keumuman, sehingga amal yang dimaksudkan mencakup segala macam dan jenis kerja. Perhatikan misalnya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 195.

"Aku (Allah) tidak mensia-siakan kerja salah seorang di antara kamu baik lelaki maupun perempuan."

Al-Quran tidak hanya memerintahkan orang-orang Muslim untuk bekerja, tetapi juga kepada selainnya. Dalam surat Al-An’am ayat 135 dinyatakan.

Hai kaumku (orang-orang kafir), berbuatlah sepenuh kemampuan (dan sesuai kehendak). Aku pun akan berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapakah di antara kita yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia/akhirat.

Bahkan Al-Quran tidak hanya memerintahkan asal bekerja saja, tetapi bekerja dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati. Al-Quran tidak memberi peluang kepada seseorang untuk tidak melakukan suatu aktivitas kerja sepanjang saat yang dialaminya dalam kehidupan dunia ini. Surat Al-’Ashr dan dua ayat terakhir dari surat?آ Alam Nasyrah menguraikan secara gamblang mengenai tuntunan di atas.

Dalam surat Alam Nasyrah, terlebih dahulu ditanaman optimisme kepada setiap Muslim dengan berpesan,

"… karena. sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan" (QS 94: 5-6).

Maksudnya, sesungguhnya bersama satu kesulitan yang sama terdapat dua kemudahan yang berbeda. Maksud ini dipahami dari bentuk redaksi ayat di atas. Terlihat bahwa kata al-ushr terulang?آ dua?آ kali dan keduanya dalam bentuk definitif (ma’rufah) yakni menggunakan alif dan lam (al), sedangkan kata yusra juga terulang dua kali tetapi dalam bentuk indefinitif, karena tidak menggunakan alif dan lam. Dalam kaidah kebahasaan dikemukakan bahwa apabila dalam suatu susunan terdapat dua kata yang sama dan keduanya berbentuk definitif, maka keduanya bermakna sama sedangkan bila keduanya berbentuk indefinitif, maka ia berbeda.

Setelah berpesan demikian, kembali surat ini memberi petunjuk kepada umat manusia agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu pekerjaan walaupun baru saja menyelesaikan pekerjaan yang lain, dengan menjadikan harapan senantiasa hanya tertuju kepada Allah Swt.

"Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS 94: 7).

Kata faraghta terambil dan kata faragha yang ditemukan dalam Al-Quran?آ sebanyak?آ enam?آ kali?آ dengan?آ berbagai?آ bentuk derivasinya. Dari segi bahasa, kata tersebut berarti kosong setelah?آ sebelumnya?آ penuh,?آ baik secara material maupun imaterial. Seperti gelas yang tadinya dipenuhi, oleh air, kemudian diminum atau tumpah sehingga gelas itu menjadi kosong. Atau hati yang tadinya gundah dipenuhi oleh ketakutan dan kesedihan, kemudian plong, semua digambarkan dengan akar kata ini. Perlu digarisbawahi bahwa kata?آ faragh?آ tidak digunakan?آ selain?آ pada?آ kokosongan?آ yang didahului oleh kepenuhan, maupun keluangan yang didahului oleh kesibukan.

Dari sini jelas bahwa kekosongan yang dimaksud harus didahului oleh adanya sesuatu yang mengisi “wadah” kosong itu. Seseorang yang telah memenuhi waktunya dengan pekerjaan, kemudian ia menyelesaikan pekerjaan tersebut, maka jarak waktu antara selesai pekerjaan pertama dan dimulainya pekerjaan selanjutnya
dinamai faragh.

Jika Anda berada dalam keluangan (faragh) sedangkan sebelumnya Anda telah memenuhi waktu dengan kerja keras, maka itulah yang dimaksud dengan fan-shab. Kata fan-shab antara lain berarti berat, atau letih. Kata ini pada mulanya berarti menegakkan sesuatu sampai nyata dan mantap, seperti halnya gunung. Allah Swt. berfirman,

Apakah mereka tidak melihat unta bagaimana diciptakan, dan kepada langit bagaimana ditinggiikan, dan kepada gunung bagaimana ditegakkan sehingga menjadi nyata (QS 88: 17-19).

Kalimat terakhir pada terjemahan di atas dijelaskan oleh Al-Quran dengan kata yang berakar sama dengan fan-shab yaitu nushibat dalam kalimat Wa ilal jibali kaifa nushibat. Dari kata ini juga dibentuk kata nashib atau “nasib” yang biasa dipahami sebagai “bagian tertentu yang diperoleh?آ dari kehidupan yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata, jelas, dan sulit dielakkan”.

Kini setelah arti kosakata diuraikan– dapatlah kita melihat beberapa kemungkinan terjemahan ayat 7 dan 8 dari surat Alam Nasyrah di atas.

Apabila engkau telah berada dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (suatu persoalan baru) sehingga menjadi nyata.

Ayat ini seperti dikemukakan di atas– tidak memberi peluang kepada Anda untuk menganggur sepanjang masih ada masa, karena begitu Anda selesai dalam satu kesibukan, Anda dituntut melakukan kesibukan lain yang meletihkan atau menghasilkan karya nyata, guna mengukir nasib Anda.

Nabi Saw. menganjurkan umatnya agar meneladani Allah dalam sifat?آ dan?آ sikap-Nya sesuai dengan kemampuannya sebagai makhluk. Dan salah satu yang perlu dicontoh adalah sikap Allah yang dijelaskan dalam surat Ar-Rahman ayat 29.

Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.

—————-
WAWASAN AL-QURAN
Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat
Dr. M. Quraish Shihab, M.A.
Penerbit Mizan

Minggu, 26 September 2010

Tentang Saya

2 komentar

Assalamu’alaikum…

Hallo..

Nama saya Herta Hidayat, saya dilahirkan dan dibesarkan di Kampung Gunung Kanyere Kel. Mulyasari Kec. Tamansari Kota Tasikmalaya “Jawa Barat”. Saya dibesarkan di sana sampai sekarang aku masih tinggal dengan keluarga saya. Saya itu masih SMK kelas XII di SMK DCI Kota Tasikmalaya. Disana saya mengambil pelajaran keterampilan komputer, namun dalam pembuatan blog ini saya belajar secara otodidak. Dan blog ini dibuat pada bulan September 2010.

Saya tidak suka merokok ataupun minum alkohol. Saya lebih senang menghabiskan waktu di depan komputer daripada jalan-jalan.

JIka ingin mengetahui lebih jelas tentang saya, Add Facebook saya. Kita bisa ngobrol di sana.

Bersama blog saya ini saya akan banyak berbicara apa saja yang terfikirkan di benak saya, dan dari sumber yang lainnya, karena itulah blog ini diberi judul Berita Kita Untuk Kita karena sesuai dengan moto saya yaitu Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman Itulah Kunci dari Kesuksesan. Mungkin sebagian besar blog ini akan berhubungan dengan:


  1. Artikel Islam,
    Artikel untuk pengetahuan anda seputar Agama Islam dan hukum-hukum yang ada didalamnya….


  2. Artikel Pendidikan,
    Pengetahuan/tips dan trik untuk pengetahuan anda seputar pendidikan….


  3. Ilmu Tajwid,
    Artikel untuk pengetahuan anda tentang hukum pembacaan dalam al-qur'an….


  4. Info Kita,
    Info-info untuk mengetahui info terkini seputar tentang Internet dan berita teknologi seta yang lainnya..


  5. Komputer/Teknologi,
    Pengetahuan tentang komputer/teknologi, dan bahkan tips dan trik untuk mengelola/pengoprasian komputer.




Semoga semuanya bermanfaat bagi kita semua………

Mudah-mudahan blog ini dapat digunakan sebagai tempat sharing Ilmu dan pengalaman…

Mendownload Album Foto di Facebook

0 komentar
Pernah punya momen-momen spesial? dan pastinya tidak lupa berpose didepan kamera. Kebetulan kamera yang dipakai bukan kamera milik pribadi, tetapi Anda juga ingin memiliki foto-foto itu. Alhasil Anda minta kepada teman Anda yang punya kamera untuk mengupload foto kedalam facebook, atau mungkin teman Anda itu adalah orang yang punya inisiatif cepat untuk segera mungkin foto diupload ke facebook , karena dia tidak tahan untuk memajang pose-pose manisnya....
Karena terlalu asyik berfoto-foto, tidak terasa memory kamera habis alias kebanyakan foto. Sedikit-sedikit ckreeeekk...ckreeeekk... dan setelah diupload ternyata foto berjumlah ratusan!!

Tapi dengan bersikukuh Anda tetap ingin punya semua foto tersebut (walaupun sebenarnya pose tidak begitu berbeda jauh foto demi foto) terus bagaimana ya agar bisa mengambil foto-foto itu? apa musti buka satu-persatu dan di save as ?

wuaaaahh... bisa pegel tangan klak-klik terus belum lagi ditambah koneksi yang lemot kaya siput jalan sambil bawa barbel..

Mau lakukan cara di atas? silakan aja kalau mau ribet . Kalau ga mau ribet lakukan dengan cara ini, yaitu download foto facebook dengan add-on mozila FacePad.
Dengan memakai FacePad Anda dapat mendownload satu album foto sekaligustanpa perlu repot membuka satu-persatu foto. Daripada kebanyakan basa-basi mari langsung saja ke bagian caranya:


  • Download dan Install FacePad

  • Masuk kedalam halaman foto orang yang dituju

  • Klik kanan diatas album (musti di album bukan di satu foto)

  • Pilih "Download Album With FacePad"
  • Akan muncul kotak pesan, klik saja

  • Silakan lihat kotak download mozila yang keluar, dan tunggu sampai selesai

  • Klik kanan pada kotak download mozila & pilih "Open Containing folder"



Selamat mengumpulkan foto, tapi jangan foto-foto yang ehmm..ehmm ya

hikk...

Kode Semile Facebook Untuk Chating

0 komentar

Sering chating dengan teman di facebook? pasti ada yang terasa kurang dibandingkan bila kita chating menggunakan yahoo messenger yang mempunyai banyak smiley (emoticon). Sebenarnya facebook juga mempunyai smiley yang cukup banyak hanya saja pengguna facebook banyak yang tidak tahu kode untuk menampilkan smiley tersebut. Mau tambah asyik ngobrol dengan teman di facebook silakan tambahkan kode-kode smiley facebook berikut :


Silakan bookmark halaman ini (CTRL +D) agar mudah diingat


Selamat chating, tapi awas lihat belakang ada bos apa nggak... he,,,

Sabtu, 25 September 2010

Facebook

0 komentar


Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.
Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat email universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.
Selanjutnya Facebook dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat email apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Facebook menemui masalah dalam beberapa tahun terakhir seperti pemblokiran pada negara Suriah, Iran dan beberapa tempat kerja agar para pekerja tidak menyalahgunakan waktu kerjanya untuk membuka Facebook. Dan masalah tentang tuduhan bahwa Zuckerber mencuri kode program dari teman-temanya untuk membuat Facebook.
Facebook juga pernah ditawar oleh yahoo senilai $ 1 miliar dan kemudian oleh seorang anggota dewan Facebook, menunjukkan bahwa Facebook internal valuation adalah sekitar $ 8 miliar berdasarkan proyeksi pendapatan sebesar $ 1 miliar pada tahun 2015.
Peringkat Facebook saat saya tulis artikel ini menempati urutan ke 6 situs yang paling banyak di akses di indonesia dan urutan ke 5 untuk seluruh dunia.
*Kantor Facebook


Berikut data mengenai facebook:

Founded : Cambridge, Massachusetts(February 4, 2004)

Headquarters : Palo Alto, CaliforniaDublin, Ireland (international headquarters for Europe, Africa, Middle East)

Key people : Mark Zuckerberg (Founder and CEO), Dustin Moskovitz (Co-founder), Sheryl Sandberg (COO), Matt Cohler (VP of Product Management), ChrisHughes (Co-founder)

Revenue : 300 million USD (2008 est.)

Net income : 47.4 million USD (2007 est.)

Employees : 700 (November 2008)

Website : facebook.com

Type of site : Social network service

Advertising : Banner ads, Referral marketing

Registration : Required

Available in : Bulgarian, Catalan, Chinese (simplified), Chinese (Hong Kong), Chinese (Taiwan), Croatian, Czech, Danish, Dutch, English (American),English (British), English (Pirate), Filipino, Finnish, French, German, Greek, Hungarian, Indonesian, Irish, Italian, Japanese, Korean, Malay, Norwegian, (bokmål), Polish, Portuguese (Brazilian), Portuguese (European), Romanian, Russian, Serbian, Slovene, Spanish (Castilian), Swedish, Thai, Turkish,Vietnamese, Welsh

Launched : February 2004

Hari gini belum punya facebook? daftar sekarang :)

Jumat, 24 September 2010

Activator Windows 7

0 komentar

Kalo lagi bingung nyari activator Windows 7, mungkin file berikut bisa digunakan. Activator nya sederhana, tapi kecil2 cabe rawit, ampuh juga. Sudah dicoba pada Windows 7 Version 6.1 build 7600 dan mungkin bisa digunakan juga untuk build versi lainnya.

Penggunaannya cukup mudah, tinggal double-click activator-nya, tunggu beberapa saat, Windows akan me-restart dan Bingo! Windows 7 anda sudah ter-aktivasi. Dan anda bisa melakukan update online ke Microsof*.

Download Hazar’s 7 Activator :
  • Download Activator Windows 7


  • Setelah windows me-restart, coba masuk ke Command Prompt, Klik Start > Ketikkan “cmd” > lalu ketikkan perintah berikut :


  • winver


  • slmgr -xpr (untuk melihat jika windows 7 anda sudah teraktivasi)



Oleh : Irman F.